Sales Mobil Chery Malang
Ferdin
Senior Sales Executive

Whatsapp
0821-4267-0158

Telephone
0821-4267-0158

Email
marketing@cherymalangjatim.id

KELEMAHAN DAN KEUNGGULAN BATERAI MOBIL CHERY

kelamahan dan keunggulan baterai CATL

Table of content

kelamahan dan keunggulan baterai CATL

 

BATERAI MOBIL CHERY MENGGUNAKAN CATL, APA KELEMAHAN DAN KEUNGGULAN NYA

Penggunaan baterai buatan CATL (Contemporary Amperex Technology Co. Limited)—khususnya tipe Lithium Iron Phosphate (LFP)—pada lini kendaraan elektrifikasi Chery memberikan karakteristik performa tersendiri.

Berikut adalah rincian keunggulan dan kelemahan baterai CATL pada mobil hybrid (seperti lini Chery Super Hybrid / PHEV):

Keunggulan

  • Keamanan yang Sangat Tinggi: Komposisi kimia LFP jauh lebih stabil secara termal dibandingkan jenis Lithium-ion biasa. Baterai ini sangat tahan terhadap risiko thermal runaway (terbakar akibat panas berlebih), sehingga sangat aman untuk penggunaan sehari-hari.
  • Umur Pakai (Lifespan) yang Panjang: Baterai LFP buatan CATL terkenal memiliki siklus pengisian (charge-discharge cycles) yang jauh lebih banyak sebelum mengalami degradasi signifikan. Ini membuat baterai bisa bertahan bertahun-tahun dalam kondisi prima.
  • Ketahanan Ekstrem (Standar IP68): Integrasi sistem perlindungan Chery dan sel CATL menghasilkan baterai yang tahan terhadap debu, benturan keras, serta kedap air (bahkan lolos uji rendam ekstrem berjam-jam).
  • Biaya Perawatan Jangka Panjang Lebih Rendah: Karena durabilitas kimianya yang tinggi, pemilik mobil tidak perlu terlalu khawatir soal penurunan kapasitas baterai yang drastis dalam jangka waktu menengah.
  • Efisiensi Pengisian Cepat: Mendukung teknologi pengisian daya yang stabil, baik pengisian lambat di rumah (AC charging) maupun pengisian cepat (DC fast charging).

Kelemahan

  • Kepadatan Energi Lebih Rendah (Lower Energy Density): Dibandingkan baterai jenis NMC (Nickel Manganese Cobalt), LFP memiliki kepadatan energi yang lebih rendah per satuan berat atau volume. Artinya, untuk kapasitas penyimpanan energi yang sama, baterai LFP cenderung sedikit lebih berat dan memakan ruang fisik yang lebih besar.
  • Performa Menurun di Suhu Dingin Ekstrem: Meskipun tahan terhadap suhu panas, baterai LFP memiliki performa kimia yang melambat sementara saat dioperasikan di lingkungan bersuhu sangat dingin di bawah nol derajat (meskipun hal ini jarang menjadi kendala besar di iklim tropis Indonesia).
  • Sensitivitas Indikator Kapasitas (State of Charge): Karakteristik tegangan (voltage curve) dari bahan LFP relatif datar, yang terkadang membuat persentase sisa baterai pada indikator dasbor terasa “diam” di angka tertentu dalam waktu lama sebelum akhirnya turun agak cepat.

Secara keseluruhan, keputusan Chery menggandeng CATL untuk memasok baterai LFP-nya merupakan langkah strategis untuk mengutamakan faktor keamanan, keawetan jangka panjang, dan efisiensi biaya, dengan kompensasi pada sedikit penambahan bobot kendaraan.

BRAND MOBIL APA SAJA YANG MENGGUNAKAN BATERAI DARI CATL ?

CATL (Contemporary Amperex Technology Co. Limited) adalah produsen baterai kendaraan listrik (electric vehicle / EV) terbesar di dunia saat ini, yang menguasai sekitar sepertiga pangsa pasar global. Karena kualitas, skala produksi, dan teknologi andalannya, raksasa baterai asal China ini memasok komponen ke berbagai merek mobil ternama di seluruh dunia, baik dari segmen massal hingga luxury.

Berikut adalah deretan brand mobil utama yang menggunakan baterai dari CATL:

  1. Pabrikan Global / Eropa & Amerika
  • Tesla: Menjadi salah satu pelanggan terbesar CATL (khususnya untuk varian baterai LFP pada model-model seperti Tesla Model 3 dan Model Y standar).
  • BMW: Menggunakan suplai baterai CATL untuk jajaran kendaraan listrik modern mereka (seperti seri iX, i4, dan persiapan lini Neue Klasse).
  • Mercedes-Benz: Memakai baterai CATL untuk beberapa lini kendaraan listrik murni mereka, termasuk model-model mewah terbarunya.
  • Volkswagen Group: Bekerja sama dengan CATL untuk mendukung platform kendaraan listrik global mereka.
  • Ford: Bermitra dengan CATL untuk pasokan baterai mobil listrik (seperti pada beberapa varian Mustang Mach-E dan lini komersialnya).
  • Stellantis: Melalui kerja sama lintas grup untuk beberapa merek di bawahnya (seperti Peugeot, Citroen, Fiat, dan Opel).
  1. Pabrikan Asia & Domestik China (Termasuk yang Masuk Indonesia)
  • Chery: Menggunakan suplai baterai CATL (seperti pada lini Omoda E5 dan lini elektrifikasi lainnya) untuk memastikan keamanan dan durabilitas tinggi.
  • Toyota: Menjalin kerja sama strategis dengan CATL, bahkan berekspansi untuk memproduksi baterai mobil hybrid bersama di kawasan Asia (termasuk proyek fasilitas produksinya di Indonesia).
  • NIO, Li Auto, & Xpeng: Brand EV pintar asal China ini hampir secara eksklusif dan mayoritas mengandalkan teknologi baterai berkinerja tinggi dari CATL.
  • MG (Morris Garages): Menggunakan baterai CATL untuk beberapa model kendaraan listrik mereka (seperti MG 4 EV).
  • Xiaomi & Zeekr: Memakai teknologi sel dan pack baterai mutakhir dari CATL untuk mobil listrik berperforma tinggi mereka.

Dominasi CATL di industri otomotif global terjadi karena mereka mampu menyediakan berbagai varian kimia baterai—mulai dari LFP yang ekonomis dan sangat aman hingga baterai jenis NMC berkapasitas tinggi dengan kemampuan pengisian daya super cepat.

 

APAKAH SAAT INI BRAND CHERY DI INDONESIA SUDAH MENGGUNAKAN BATERAI NIKEL ?

Hingga saat ini, lini kendaraan elektrifikasi Chery di Indonesia (seperti mobil listrik murni Chery Omoda E5) tidak menggunakan baterai berbahan dasar nikel (NMC/NCA), melainkan secara konsisten menggunakan jenis LFP (Lithium Iron Phosphate).

Meskipun Chery bermitra dengan produsen besar seperti CATL (yang juga memproduksi baterai berbasis nikel), fokus utama lini elektrifikasi mereka di Indonesia adalah memanfaatkan kimia LFP karena pertimbangan stabilitas termal, keamanan yang lebih tinggi, dan usia pakai yang sangat panjang.

APAKAH LEBIH BAGUS LFP DIBANDINGKAN NIKEL ?

Tidak ada yang secara mutlak “lebih bagus” antara LFP (Lithium Iron Phosphate) dan Nikel (NMC/NCA), karena kedua jenis baterai ini dirancang untuk keunggulan dan kebutuhan penggunaan yang berbeda. Mana yang lebih baik sangat bergantung pada prioritas penggunanya.

Perbandingan karakteristik utama keduanya menunjukkan keunggulan masing-masing:

  1. Keamanan (Pemenang: LFP)
  • LFP: Jauh lebih stabil secara termal. Titik degradasi panasnya sangat tinggi (sekitar 270°C), sehingga jauh lebih tahan terhadap risiko thermal runaway (terbakar akibat panas berlebih atau korsleting).
  • Nikel (NMC): Memiliki stabilitas termal yang lebih rendah (sekitar 210°C) dan memerlukan sistem manajemen pendingin yang lebih kompleks karena kandungan logam reaktifnya.
  1. Umur Pakai / Keawetan (Pemenang: LFP)
  • LFP: Sangat awet dengan siklus pengisian (charge-discharge cycles) yang bisa mencapai ribuan kali lebih banyak (seringkali 3.000 hingga 5.000+ siklus) dengan degradasi minimal. Baterai ini juga aman diisi daya penuh hingga 100% setiap hari.
  • Nikel (NMC): Memiliki siklus hidup yang lebih pendek (umumnya 1.500–2.500 siklus) dan untuk menjaga kesehatannya dalam jangka panjang, pemilik sering disarankan tidak rutin mengisi daya sampai 100%.
  1. Jarak Tempuh dan Kepadatan Energi (Pemenang: Nikel)
  • Nikel (NMC): Memiliki kepadatan energi yang jauh lebih tinggi. Artinya, dalam ukuran dan bobot yang sama, baterai nikel bisa menyimpan energi lebih banyak, sehingga mobil bisa melaju lebih jauh dalam sekali pengisian daya.
  • LFP: Lebih rendah kepadatannya, sehingga untuk mendapatkan kapasitas penyimpanan yang besar, bentuk fisiknya cenderung lebih berat dan memakan sedikit lebih banyak ruang.
  1. Performa di Suhu Dingin (Pemenang: Nikel)
  • Nikel (NMC): Beradaptasi lebih baik dan tidak kehilangan banyak jarak tempuh saat dioperasikan di lingkungan bersuhu sangat dingin (di bawah nol derajat).
  • LFP: Performanya cenderung menurun lebih signifikan jika harus menghadapi suhu ekstrem di bawah titik beku (meskipun hal ini bukan masalah besar di iklim tropis seperti Indonesia).
  1. Harga & Biaya Produksi (Pemenang: LFP)
  • LFP: Lebih ekonomis karena menggunakan material besi dan fosfat yang melimpah dan murah, sehingga membantu menekan harga jual kendaraan.
  • Nikel (NMC): Lebih mahal karena menggunakan bahan baku logam bernilai tinggi seperti nikel dan kobalt yang harganya cenderung fluktuatif.

Ringkasan Pilihan:

  • Pilih LFP jika Anda mengutamakan keamanan maksimal, usia pakai baterai yang sangat panjang hingga bertahun-tahun tanpa cemas, serta efisiensi biaya (sangat pas untuk penggunaan harian di perkotaan dan iklim tropis).
  • Pilih Nikel (NMC) jika Anda mengutamakan jarak tempuh maksimal per sekali cas dan sering melakukan perjalanan luar kota jarak jauh yang membutuhkan efisiensi ruang dan bobot baterai.

 

Info Promo dan Pemesanan Mobil Chery di Kota Malang dan sekitarnya (wilayah Jawa Timur), Anda dapat menghubungi :

FERDINAN CHERY MALANG
Tlp / WA : 0821 – 4267 – 0158

 

Related posts

Keunggulan-Spesifikasi-Chery-Q-Sigma-Package

Perbedaan Chery Q Pure dan Chery Q Rizz

Reading Time: 3:5 min

Review & Spesifikasi Lengkap Chery Q: Mobil Listrik Futuristik Hadir di Surabaya & Malang! Apakah Anda sedang mencari mobil listrik Chery Q di Surabaya dan Malang? Chery kembali menghadirkan inovasi…

View post
keunggulan mesin hybrid mobil chery

Keunggulan Mesin Hybrid Mobil Chery?

Reading Time: 4:12 min

KEUNGGULAN MESIN HYBRID MOBIL CHERY ? Mesin hybrid mobil Chery—yang dikenal melalui teknologi Chery Super Hybrid (CSH) dan transmisi Dedicated Hybrid Transmission (DHT)—mendapat banyak ulasan positif karena menawarkan kombinasi performa…

View post

Chery Q EV

Reading Time: 4:23 min

Chery Q Rizz Sigma Package Mobil Listrik Paling Komplit Fitur dan Teknologi Terbaru Industri kendaraan listrik di Indonesia terus berkembang, dan Chery Q Rizz Sigma Package hadir sebagai salah satu…

View post